Cefazolin

Cefazolin adalah generasi pertama sefalosporin. Meknisme kerja Cefazolin terdistribusi hampir ke semua jaringan tubuh dan cairan termasuk saluran empedu, hati, ginjal, tulang, sputum, paru-paru dan cairan sinovial; penetrasi dari serebrospinal sangat sedikit, melewati plasenta dan memasuki air susu.

Cefazolin
Indikasi:
Sefalosporin digunakan untuk infeksi saluran pernafasan, infeksi jaringan kulit, infeksi genital, infeksi saluran urin, infeksi saluran empedu, infeksi tulang dan sendi dan septisema karena bakteri kokus gram positif yang peka (kecuali enterococcus), basilus gram negatif kecuali e.coli dan klebsiela yang peka, profilaksis sebelum operasi.

Kontra indikasi:
Hipersensitif terhadap sefazolin atau komponen lain dalam formulasi atau sefalosporin lain.

Dosis dan cara pemakaian Cefazolin:
Pemberian secara i.m atau i.v:
  • anak >1 bulan: 25-100 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam, maksimum 6 g/hari.
  • Dewasa: 250 mg-2 g setiap 6-12 jam (biasanya 8 jam), tergantung keparahan infeksi. Dosis maksimum: 12 g/hari.3
  • Dosis dewasa: dosis lazim dewasa untuk pengobatan infeksi sedang yang disebabkan oleh bakteri kokus gram positif adalah 250-500 mg setiap 8 jam.
  • Dosis dewasa untuk infeksi parah dan mengancam jiwa (seperti endokarditis, septisema) adalah 1-1.5 g setiap 6 jam.
  • Infeksi saluran pernafasan: dosis lazim dewasa untuk pengobatan pneumonia yang disebabkan oleh s.pneumoniae adalah 500 mg setiap 12 jam.
  • Dosis lazim dewasa untuk septisema adalah 1-1.5 g setiap 6 jam.
  • Profilaksis sebelum operasi: untuk profilaksis sebelum operasi pada pembedahan yang mungkin terkontaminasi atau berpotensi untuk terkontaminasi, industri merekomendasikan bahwa dewasa dapat diberikan 1 gram sefazolin secara im atau iv setiap 30-60 menit sebelum pembedahan dan 0.5-1 g secara im atau iv setiap 6-8 jam selama 24 jam setelah operasi.
  • Pada operasi yang lebih panjang (misalnya 2 jam atau lebih), dosis tambahan 0.5-1 g dapat diberikan secara im atau iv.
  • Pneumococcal pneumonia: 500 mg setiap 12 jam dan infeksi saluran urine tanpa komplikasi: 1 g setiap 12 jam.
  • Dosis anak: untuk pengobatan infeksi sedang sampai berat pada pasien lebih dari 1 bulan adalah 25-50 mg/kg setiap hari, diberikan dalam 3-4 dosis terbagi.

Efek samping Cefazolin:
  1. Demam, kejang, ruam, pruritus, sindrom steven johnson, diare, mual, muntah, kram perut, anoreksia, kolitis psudomembran, kandidiasis oral, vaginitis, peningkatan transaminase, hepatitis, eosinofilia, neutropenia, leukopenia, trombositopenia, trombositosis, flebitis, anafilaksis.
  2. Reaksi lain yang dilaporkan berhubungan dengan sefalosporin lain: nekrolisis epidermal toksik, sakit perut, kholestasis, superinfeksi, nefropati toksik, anemia aplastik, anemia hemolitik, hemoragia, perpanjangan waktu protrombin, pansitopenia.

Peringatan dan atau perhatian Cefazolin:
  1. Modifikasi dosis pada pasien dengan gangguan ginjal parah.
  2. Gunakan dengan perhatian pada pasien dengan riwayat alergi penisilin, terutama reaksi seperti anafilaksis, angiodema, urtikaria.
  3. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan super infeksi bakteri, termasuk diare yang berhubungan dengan c.difficile dan kolitis pseudomembran.
  4. Gunakan dengan pehatian pada pasien dengan riwayat kejang, gangguan ginjal atau keadaan lain yang dapat menyebabkan kejang.

Bentuk dan kekuatan sediaan:
Cefazolin Serbuk injeksi: 1 g/vial, 500 mg/vial.

Penyimpanan dan stabilitas:
  • Simpan vial pada suhu kamar, jangan melebihi 40°C.
  • Serbuk Cefazolin natrium dan larutannya cenderung berubah warna menjadi gelap, tergantung pada kondisi penyimpanan
  • Tetapi perubahan ini tidak mengindikasikan perubahan potensi.

Pustaka:
- MIMS indonesia edisi 15 tahun 2014.
- ISO Indonesia volume 46 tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: