Budesonid

loading...
Budesonide merupakan obat golongan kortikosteroid yang diproduksi dalam dua bentuk yang berbeda, yaitu kapsul dan serbuk yang dihirup (inhalasi).
  1. Pada bentuk kapsul, budesonide bisa digunakan untuk mengobati salah satu penyakit radang usus yang disebut dengan Crohn’s disease atau penyakit Crohn dengan gejala umum berupa diare dan nyeri di perut. Selain itu, budesonide kapsul juga bisa meredakan gejala diare pada penyakit collagenous colitis dan mengobati hepatitis autoimun (salah satu jenis radang hati kronis).
  2. Pada bentuk inhalasi, budesonide bisa digunakan untuk pengendali penyakit asma kronis berupa sesak napas dan mengi. Obat ini bekerja langsung pada saluran pernapasan yang mengalami iritasi atau pembengkakan saat asma terjadi. Selain untuk meredakan, budesonide juga bisa digunakan untuk mencegah serangan asma.
Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat dibawah ini:
Budesonid

Indikasi:
  1. Digunakan untuk Pemeliharaan dan pengobatan profilaksis asma.
  2. Pengobatan penyakit aktif Crohn (ringan sampai sedang) yang melibatkan ileum dan atau colon ascending, pemeliharaan remisi (sampai 3 bulan) penyakit Crohn (ringan sampai sedang) yang melibatkan kenaikan ileum dan atau usus.
Kontra Indikasi
  • Hipersentifitas budesonid.
  • Inhalasi: kontraindikasi pengobatan primer status asmatikus, asma episode akut, dan tidak meredakan bronkospasme akut.

Dosis dan cara Pemakaian:
Inhalasi asma:
  • Dosis awal: 360 mikrogram 2x sehari (pasien tertentu diberikan 180 mikrogram 2x sehari) maksimum 720 mikrogram 2x sehari.
  • Dosis rendah: 180-600 mikrogram/hari.
  • Dosis sedang: 600-1200 mikrogram/hari
  • Dosis tinggi: > 120 mikrogram/hari.
Penyakit Crohn oral (aktif):
  • Dewasa: 9 mg 1x sehari pagi hari selama 8 minggu, kekambuhan bisa diobati dengan pengulangan 8 minggu pengobatan.

Efek Samping:
Sakit kepala, mual, infeksi pernapasan, dan rinitis.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Dapat menyebabkan hipertiroid atau penurunan hipotalamik pituitari adrenal biasanya pada anak atau pada pasien yang menerima dosis tinggi pada waktu yang lama.
  2. Bronkospasme dapat terjadi dengan mengi setelah inhalasi.
  3. Faktor kehamilan: C (oral) /B (inhalasi),
  4. Laktasi: melewati air susu atau dengan perhatian.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Kapsul lapis selaput 3 mg,
  • serbuk inhalasi nasal 100 mcg/inhalasi,
  • serbuk inhalasi oral 60, 90, 100, 120, 200, 400 mikrogram/inhalasi,
  • suspensi untuk nebulasi 0,25 mg/2ml (2 ml); 0.5 mg/2 ml (2 ml); 1 mg/2 mL (2 ml).

Penyimpanan:
Simpan di wadah kedap udara pada suhu diperbolehkan antara 15 °C dan 30 °C.
Terlindung dari cahaya.

Pustaka:
- MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
- ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: