Penyebab Dan Cara Mengobati Skizofrenia

loading...
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa (psikosis) yang serangannya mungkin timbul akut. Setiap pasien yang dicurigai menderita skizofrenia harus diperiksakan ke psikiater setelah disingkirkan kemungkinan adanya kelainan organik.


Penyebab Skizofrenia:
  1. Skizofrenia antara lain disebabkan oleh pembesaran ventrikel otak, penurunan ukuran otak dan perubahan bentuk otak menjadi asimetri. penurunan volume hippokampal dapat mempengaruhi pengujian neuropsikologikal serta kurang memberikan respon terapi yang signifikan terhadap pemberian terapi antipsikotik generasi pertama.
  2. Hipotesis dopaminergik. psikosis dapat disebabkan oleh adanya hiper atau hipoaktivitas dari proses dopaminergik pada bagian otak tertentu, hal ini termasuk adanya gangguan reseptor dopamin.
  3. Disfungsi glutamatergik. saluran glutamatergik berinteraksi dengan saluran saluran dopaminergik. defisiensi aktivitas glutamatergik dapat menunjukan gejala yang mirip dengan hiperaktivitas dopaminergik dan hal tersebut nampak pada skizofrenia.
  4. Abnormalitas serotonin. penderita skizofrenia dengan hasl pemindaian diketahui bentuk otaknya abnormal, akan memiliki kadar serotonin yang lebih tinggi dalam darahnya.
  5. Abnormalitas primer dapat terjadi pada suatu neurotransmiter dengan perubahan sekunder pada neurotransmiter lainya.

Gambaran Klinis:
Penderita psikosis akut mungkin dating tingkah laku gaduh dan mengacau atau mungkin didahului oleh gejala awal (prodromal) berupa penarikan diri dari hubungan social, gangguan nyata dalam fungsi peran misalnya sebagai pencari nafkah, bertingkah laku aneh, ganggauan nyata dalam higiene diri dan berpakaian, efek yang tumpul, mendatar atau tak serasi, bicara melantur, menunjukkan ide (gagasan) yang aneh atau pikiran magis seperti takhayul, gagasan mirip waham yang menyangkut diri sendiri, adanya ilusi dan lain sebagainya.

Diagnosis Skizofrenia:
Terdapat problem kronik dengan gambaran:
- Penarikan diri secara sosial
- Minat atau motivasi rendah, pengabaian diri
- Inkoheren dan disorganized

Untuk menegakkan diagnosis gangguan skizofrenia maka harus dipenuhi kriteria diagnostik di bawah ini:
  1. Sedikitnya terdapat satu dari beberapa tanda ini selama suatu fase (inkoherensi), tingkah laku kacau (disorganized).
  2. Penurunan fungsi penyesuaian dalam bidang pekerjaan, hubungan social dan perawatan dirinya.
  3. Gejala berlangsung terus menerus selama paling sedikit 6 bulan yang mencakup fase aktif dengan atau tanpa fase prodromal maupun fase residual yaitu masa setelah fase aktif yang menunjukkan sedikitnya 2 gejala prodromal.
  4. Tidak ada kelainan organik.

Penatalaksanaan/Pengobatan Skizofrenia:
  1. Bila pasien sangat gaduh dan gelisah sehingga mengganggu lingkungan atau membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri maka penderita harus dirawat.
  2. Berikan klorpromazin 100 mg 3 x sehari yang dapat dinaikkan (setelah 1 minggu) menjadi 200 mg 3 x sehari bila belum tampak perbaikan. Bila telah ada respons maka dosis dipertahankan selama 4 minggu sampai pasien tenang dan kembali dapat mengurus dirinya sendiri.
  3. Selanjutnya setiap minggu dosis diturunkan secara bertahap dan dosis rumat (biasanya 3 x 50-100 mg) dipertahankan selama 3 bulan.
  4. Obat pilihan lain adalah haloperidol 1-5 mg 3 x sehari.
  5. Untuk pasien yang sukar untuk ditemui, dianjurkan pemberian injeksi flufenazin dekanoat sekali sebulan.
  6. Gunakanlah dosis efektif terkecil untuk mengurangi efek samping.
  7. Penderita harus dijauhkan dari benda-benda yang dapat membahayakan dirinya atau orang disekitarnya dan kebersihan diri serta kebutuhan hidupnya sehari-hari harus tetap diperhatikan.

Daftar Pustaka:
-Dipiro et all, 2006: Pharmacotherapy
-ISFI, 2009: Iso farmakoterapi indoneisia
-Depkes, 2007: Pedoman Pengobatan Dasar di PUSKESMAS
loading...

Subscribe to receive free email updates: