Penyebab Dan Cara Mengobati Konstipasi

Konstipasi berasal dari bahasa Latin, yaitu “constipare” yang berarti berkerumun. Menurut North American Society for Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition (NAPSGAN) 2006, Konstipasi adalah kelambatan atau kesulitan dalam defekasi yang terjadi dalam 2 minggu atau lebih dan cukup membuat pasien menderita. Konstipasi adalah kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur atau tidak bisa sama sekali. Jika mengalaminya, Anda biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya tinja Anda menjadi keras dan padat dengan ukuran sangat besar atau sangat kecil.
konsipasi
Tingkat keseriusan penyakit ini berbeda-beda pada tiap penderita. Ada orang yang mengalami konstipasi untuk waktu singkat, tapi ada juga yang bisa mengalaminya dalam jangka panjang atau kronis. Konstipasi jangka panjang biasanya menyebabkan rasa sakit dan rasa ketidaknyamanan yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.

Beberapa Penyebab Konstipasi:
  • Konstipasi lebih banyak dialami wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan. Konstipasi juga lebih sering terjadi pada manula.
  • yang dapat menyebabkan konstipasi antara lain kelainan saluran pencernaan (contoh: divertikulitis), gangguan metabolisme (contoh: diabetes), gangguan endokrin (contoh: Hipotiroidisme).
  • Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu. Ada beberapa faktor pemicu yang bisa memengaruhinya. Misalnya kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar.
  • Selain gaya hidup yang kurang sehat, konstipasi juga dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu dan kondisi mental seperti kecemasan dan depresi.
  • Sedangkan pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.
  • Konstipasi pada umumnya terjadi akibat dari rendahnya konsumsi serat.
Gejala klinis Konstipasi:
  1. Pasien mengeluh tentang rasa tidak nyaman dan kembung pada perut, pergerakan usus yang hilang timbul, fases dengan ukuran kecil (perasaan penuh), atau kesulitan dan sakit pada saat mengeluarkan fases.
  2. implikasi dari konstipasi dapat bervariasi mulai dari rasa tidak nyaman sampai gejala kanker usus besar atau penyakit serius lainya.

Penatalaksanaan/Pengobatan Konstipasi:
Perubahan pola makan dan gaya hidup dianjurkan sebagai penanganan pertama untuk mengobati konstipasi. Langkah penanganan ini meliputi:
  • Meningkatkan konsumsi serat per hari secara bertahap.
  • Banyak minum air putih.
  • Lebih sering berolahraga.
Jika langkah penanganan awal kurang efektif, dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan obat pencahar. Harap diingat bahwa selama menggunakan obat pencahar, Anda atau anak Anda dianjurkan untuk banyak minum air putih. Obat ini akan melancarkan proses buang air besar dan memiliki beberapa jenis.
  1. Obat pencahar osmotik. Pencahar ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam usus sehingga merangsang tubuh untuk melunakkan dan mendorong tinja. Contoh: laktulosa dan macrogol.
  2. Obat pencahar pembentuk tinja. Obat ini akan membuat tinja Anda menyerap cairan dan menjadi lunak sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah. Oleh karena itu, penderita sebaiknya banyak minum air ketika menggunakan obat pencahar jenis ini. Sekam ispaghula dan metilselulosa adalah dua contoh pencahar pembentuk tinja.
  3. Obat pencahar stimulan. Obat ini akan merangsang dan membantu otot yang melapisi saluran pencernaan untuk mendorong tinja dalam usus besar menuju anus. Pencahar stimulan diberikan jika tinja tetap sulit keluar, meski sudah lunak. Contoh: senna, bisacodyl dan sodium picosulphate.
Durasi penggunaan obat pencahar tergantung kepada tingkat keparahan konstipasi yang Anda alami.

Subscribe to receive free email updates: