Penyebab Dan Cara Mengobati Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan bahwa ada seratus juta kasus demam berdarah yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian diantaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat.

Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan:
  1. Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari.
  2. Manifestasi perdarahan (petekie, purpura, perdarahan konjungtiva, epistaksis, ekimosis, perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, melena, hematuri) termasuk uji Tourniquet (Rumple Leede) positif.
  3. Trombositopeni (jumlah trombosit 100.000/*l).
  4. Hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit*20%).
  5. Disertai dengan atau tanpa  pembesaran hati (hepatomegali).

Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD):
Virus dengue yang sampai sekarang dikenal 4 serotipe (Dengue-1, Dengue-2, Dengue-3 dan Dengue-4), termasuk dalam group B Arthropod Borne Virus (Arbovirus). Keempat serotipe virus ini telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Dengue-3 sangat berkaitan dengan kasus DBD berat dan merupakan serotipe yang paling luas distribusinya disusul oleh Dengue-2, Dengue-1 dan Dengue-4.

Cara Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD):
  1. Penularan DBD umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti  meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes albopictus  yang biasanya hidup di kebun-kebun.
  2. Nyamuk penular DBD ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.

Gambaran Klinis Demam Berdarah Dengue (DBD):
A. Masa inkubasi biasanya berkisar antara 4-7 hari

B. Demam, Penyakit ini didahului oleh demam tinggi yang mendadak, terus menerus berlangsung 2-7 hari. Panas dapat turun pada hari ke-3 yang kemudian naik lagi, dan pada hari ke-6 atau ke-7 panas mendadak turun
C. Tanda-tanda perdarahan
Perdarahan ini terjadi di semua organ. Bentuk perdarahan dapat hanya berupa uji Tourniquet (Rumple Leede) positif atau dalam bentuk satu atau lebih manifestasi perdarahan sebagai berikut: Petekie, Purpura, Ekimosis, Perdarahan konjungtiva, Epistaksis, Pendarahan gusi, Hematemesis, Melena dan Hematuri.

Petekie sering sulit dibedakan dengan bekas gigitan nyamuk. Untuk membedakannya regangkan kulit, jika hilang maka bukan petekie. Uji  Tourniquet positif sebagai tanda perdarahan ringan, dapat dinilai sebagai  presumptif test (dugaan keras) oleh karena uji  Tourniquet positif pada hari-hari pertama demam terdapat pada sebagian besar penderita DBD. Namun uji Tourniquet positif dapat juga dijumpai pada penyakit virus lain (campak, demam chikungunya), infeksi bakteri ( Typhus abdominalis ) dan lain-lain. Uji  Tourniquet  dinyatakan positif, jika terdapat 10 atau lebih petekie pada seluas 1 inci persegi  (2,5 x 2,5 cm) di lengan bawah bagian depan (volar) dekat lipat siku (fossa cubiti).

D. Pembesaran hati (hepatomegali)
Sifat pembesaran hati:
  • Pembesaran  hati  pada umumnya dapat ditemukan pada permulaan penyakit
  • Pembesaran hati tidak sejajar dengan beratnya penyakit
  • Nyeri tekan sering ditemukan tanpa disertai ikterus.

E. Renjatan (syok)
Tanda-tanda renjatan:
  • Kulit teraba dingin dan lembab terutama pada ujung hidung, jari tangan dan kaki
  • Penderita menjadi gelisah
  • Sianosis di sekitar mulut
  • Nadi cepat, lemah, kecil sampai tak teraba
  • Tekanan nadi menurun, sistolik menurun sampai 80 mmHg atau kurang.
Sebab renjatan: Karena perdarahan, atau karena kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapiler yang terganggu.

F. Trombositopeni
  • Jumlah trombosit 100.000/*l, biasanya ditemukan  diantara hari ke 3-7 sakit
  • Pemeriksaan  trombosit  perlu  diulang sampai terbukti bahwa jumlah trombosit dalam batas normal atau menurun.
  • Pemeriksaan dilakukan pada saat pasien diduga menderita  DBD, bila normal maka diulang tiap`hari sampai suhu turun.
G. Hemokonsentrasi (peningkatan  hematokrit)
Peningkatnya nilai hematokrit (Ht) menggambarakan hemokonsentrasi selalu dijumpai pada DBD, merupakan indikator yang peka terjadinya perembesan plasma, sehingga dilakukan pemeriksaan hematokrit secara berkala. Pada umumnya penurunan trombosit mendahului peningkatan hematokrit.
Hemokonsentrasi dengan peningkatan hematokrit*20% (misalnya 35% menjadi 42%: 35/100 x 42 = 7, 35+7=42), mencerminkan peningkatan permeabilitas kapiler dan perembesan plasma. Perlu mendapat perhatian, bahwa nilai hematokrit dipengaruhi oleh penggantian cairan atau perdarahan. Penurunan nilai hematokrit*20% setelah pemberian cairan yang adekuat, nilai Ht diasumsikan sesuai nilai setelah pemberian cairan.

H. Gejala klinik lain
  • Gejala klinik lain yang dapat menyertai penderita DBD ialah nyeri otot,anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare atau konstipasi, dan kejang
  • Pada beberapa kasus terjadi hiperpireksia disertai kejang dan penurunan kesadaran sehingga sering di diagnosis  sebagai ensefalitis
  • Keluhan sakit perut yang hebat sering kali timbul mendahului perdarahan gastrointestinal dan renjatan

Diagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD):
1. Tersangka Demam Berdarah Dengue
Dinyatakan Tersangka Demam Berdarah Dengue  apabila demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari disertai manifestasi perdarahan (sekurang-kurangnya uji Tourniquet positif) dan/atau trombositopenia (jumlah trombosit 100.000/*l)

2. Penderita Demam Berdarah Dengue derajat 1 dan 2
Diagnosis demam berdarah dengue ditegakkan atau dinyatakan sebagai penderita DBD apabila demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari disertai manifestasi perdarahan (sekurang- kurangnya uji Tourniquet positif), trombositopenia, dan hemokonsentrasi (diagnosis klinis). atau hasil pemeriksaan serologis pada Tersangka DBD,
menunjukkan hasil  positif  pada pemeriksaan HI test atau terjadi peninggian (positif) IgG saja atau IgM dan IgG pada pemeriksaan  dengue rapid test (diagnosis laboratoris)

Penatalaksanaan atau cara pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD):

1. Penatalaksana demam berdarah dengue (pada anak)
Pertama-tama ditentukan terlebih dahulu: Adakah tanda kedaruratan, yaitu tanda syok (gelisah, nafas cepat, bibir biru, tangan dan kaki dingin, kulit lembab), muntah terus-menerus, kejang, kesadaran menurun, muntah darah, tinja darah, maka pasien perlu dirawat / dirujuk.

Apabila tidak dijumpai tanda kedaruratan, periksa uji Tourniquet danhitung trombosit.
  1. Bila uji: Tourniquet positif  dan  jumlah  trombosit  100.000/*l, penderita dirawat / dirujuk.
  2. Bila uji; Tourniquet negatif dengan trombosit  > 100.000/*l atau normal, pasien boleh pulang dengan pesan untuk datang kembali setiap hari sampai suhu turun.
  3. Pasien dianjurkan minum banyak, seperti: air teh, susu,  sirup, oralit, jus buah dan lain-lain. Berikan obat antipiretik golongan parasetamol jangan golongan salisilat.
  4. Apabila selama di rumah demam tidak turun pada hari sakit ketiga, evaluasi tanda klinis adakah tanda-tanda syok, yaitu  anak menjadi gelisah, ujung kaki/tangan dingin, sakit perut, tinja hitam, kencing berkurang; bila perlu periksa Hb, Ht dan trombosit. Apabila terdapat tanda syok atau terdapat peningkatan Ht dan / atau penurunan trombosit, segera rujuk ke rumah sakit.

2. Penatalaksanaan demam berdarah dengue (pada dewasa)
Pasien yang dicurigai menderita DBD dengan hasil Hb, Ht dan trombosit dalam batas nomal dapat dipulangkan dengan anjuran kembali kontrol dalam waktu 24 jam berikutnya atau bila keadaan pasien memburuk agar segera kembali ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Sedangkan pada kasus yang meragukan indikasi rawatnya, maka untuk sementara pasien tetap diobservasi dengan anjuran minum yang banyak, serta diberikan infus ringer laktat sebanyak 500cc dalam 4 jam. Setelah itu dilakukan pemeriksaan ulang Hb, Ht dan trombosit.

Pasien dirujuk ke rumah sakit apabila didapatkan hasil sebagai berikut.
  • Hb, Ht dalam batas normal dengan jumlah trombosit < 100.000/•l atau
  • Hb, Ht yang meningkat dengan jumlah trombosit < 150.000/•l

3. Penatalaksanaan penderita demam berdarah dengue dengan syok (DSS)
  1. Segera beri infus ringer laktat, atau NaCl 0,9%, 10-20 ml/kgBB secepatnya (diberikan dalam bolus selama 30 menit) dan oksigen 2-4 liter/menit. Untuk DSS berat (DBD derajat IV, nadi tidak teraba dan tensi tidak terukur) diberikan ringer laktat 20 ml/kgBB bersama koloid. Bila syok mulai teratasi jumlah cairan dikurangi menjadi 10 ml/kgBB/jam.
  2. Untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut, sebaiknya penderita dirujuk ke rumah sakit terdekat

Subscribe to receive free email updates: