Penyebab Dan Cara Mengobati Kolera

Kolera adalah suatu infeksi usus kecil karena bakteri Vibrio cholerae. Kolera menyebar melalui air yang diminum, makanan laut atau makanan lainnya yang tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi.

Penyebab Kolera:
Bakteri kolera menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral. Karena bakteri sensitif terhadap asam lambung, maka penderita kekurangan asam lambung cenderung menderita penyakit ini.

Gambaran Klinis:
  1. Gejala dimulai dalam 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri, bervariasi mulai dari diare ringan tanpa komplikasi sampai diare berat yang bisa berakibat fatal. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.
  2. Penyakit biasanya dimulai dengan diare akut encer seperti air cucian beras yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa rasa sakit disertai mual muntah-muntah.
  3. Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam. Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan menyebabkan dehidrasi  disertai rasa haus yang hebat, kram otot, lemah dan penurunan produksi air kemih
  4. Banyaknya cairan yang hilang dari jaringan menyebabkan mata menjadi cekung dan kulit jari-jari tangan menjadi keriput.
  5. Jika tidak diobati, ketidak seimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan koma.
  6. Gejala biasanya menghilang dalam 3-6 hari. Kebanyakan penderita akan terbebas dari organisme ini dalam waktu 2 minggu, tetapi beberapa diantara penderita menjadi pembawa dari bakteri ini.

Diagnosis Kolera:
  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
  • Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap apusan rektum (rektal swab) atau contoh tinja segar.

Penatalaksanaan/Pengobatan Kolera:
  • Yang sangat penting adalah segera mengganti kehilangan cairan, garam dan mineral dari tubuh, dengan menilai derajat dehidrasi, dengan pemberian oralit ad lib.
  • Untuk penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan rehidrasi diberikan melalui infus (cairan Ringer Lactat atau bila tidak tersedia bisa menggunakan cairan NaCl 0,9%). Di daerah wabah, kadang-kadang cairan diberikan melalui selang yang dimasukkan lewat hidung menuju ke lambung.
  • Penggunaan antibiotik
Tetracycline:
  1. Anak-anak: 12,5 mg/kgBB 4 x sehari selama 3 hari.
  2. Dewasa: 500 mg 4 x sehari selama 3 hari.
Trimethoprim (TMP) dan Sulfamethoxazole (SMX)
  1. Anak-anak: TMP 5 mg/kgBB dan SMX 25 mg/kgBB (2 x sehari selama 3 hari)
  2. Dewasa: TMP 160 mg dan SMX 800 mg (2 x sehari selama 3 hari)
  • Bila dehidrasi sudah diatasi tujuan pengobatan selanjutnya adalah menggantikan jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah.
  • Makanan padat bisa diberikan setelah muntah-muntah berhenti dan nafsu makan sudah kembali.
  • Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri dan biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam.
  • Lebih dari 50% penderita kolera berat yang tidak diobati meninggal dunia.
  • Kurang dari 1% penderita yang mendapat penggantian cairan yang adekuat, meninggal dunia.
Pencegahan Kolera:
  1. Penjernihan cadangan air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar sangat penting dalam mencegah terjadinya kolera.
  2. Usaha lainnya adalah meminum air yang sudah terlebih dahulu dimasak dan menghindari sayuran mentah atau ikan dan kerang yang dimasak tidak sampai matang.
  3. Pemberian antibiotik tetrasiklin bisa membantu mencegah penyakit pada orang-orang yang sama-sama menggunakan perabotan rumah dengan orang yang terinfeksi kolera

Daftar Pustaka:
- Dipiro et all, 2006: Pharmacotherapy
- ISFI, 2009: Iso farmakoterapi indoneisia
- Depkes, 2007: Pedoman Pengobatan Dasar di PUSKESMAS

Subscribe to receive free email updates: