Penyebab Dan Cara Mengobati Kandidiasis

loading...
Infeksi Candida albicans ini menyerang kulit, mukosa maupun alat dalam. Beberapa faktor predisposisi seperti kehamilan, obesitas, Diabetes Melitus (DM), pemakaian antibiotik, antiseptik atau kortikosteroid yang lama, penyakit kronik (TBC, tumor ganas), kurang gizi, serta kulit yang kotor, lembab, dan basah mempermudah terjadinya kandidiasis (kandidosis) ini.


Penyebab Kandidiasis:

  1. Agen penyebab paling sering dari kandidiasis murni adalah Candida albicans.
  2. Bayi dapat terinfeksi melalui vagina saat dilahirkan, atau karena dot yang tidak steril.

Gambaran Klinis Kandidiasis:

  1. Kandidiasis pada kulit memberikan keluhan gatal dan perih. Kelainannya berupa bercak merah dengan maserasi di daerah sekitar mulut, di lipatan (intertriginosa) dengan bercak merah yang terpisah di sekitarnya (satelit).
  2. Bentuk kronik ditemukan di sela-sela jari kaki, sekitar anus dan di kuku (paronikia atau onikomikosis)
  3. Pada penderita Diabetes Melitus (DM) biasanya terdapat sebagai vulvo vaginitis.
  4. Tampilan di mukosa mulut dikenal sebagai guam atau oral thrush yang diselaputi pseudomembran. Daya kecap penderita berkurang disertai rasa metal.
  5. Tampilan di usus dapat berupa diare.
  6. Sel ragi dapat dilihat di bawah mikroskop dalam pelarut KOH 10% atau pewarnaan Gram.

Diagnosis Kandidiasis:
Bercak merah dengan maserasi dan bercak satelit.

Penatalaksanaan Kandidiasis:

  1. Faktor predisposisi yang dapat diatasi dihilangkan dahulu dan kebersihan perorangan diperbaiki karena kalau tidak penyakit ini akan bersifat kronik-residif.
  2. obat terpilih untuk kandidiasis kulit atau mukosa mulut adalah larutan gentian violet 1% (dibuat segar/baru) atau larutan nistatin 100.000-200.000 IU/ml yang dioleskan 2-3 kali sehari selama 3 hari.
  3. Untuk kandidiasis di saluran cerna: nistatin oral 500.000 IU 3 x sehari selama 7-14 hari.
  4. Dosis pada anak 100.000 IU dalam 4 kali pemberian.

Daftar Pustaka:
- Dipiro et all, 2006: Pharmacotherapy
- ISFI, 2009: Iso farmakoterapi indoneisia
- Depkes, 2007: Pedoman Pengobatan Dasar di PUSKESMAS
loading...

Subscribe to receive free email updates: