Irbesartan

loading...

Irbesartan digunakan terutama untuk menangani hipertensi. Irbesartan memiliki rumus kimia C25H28N6O dengan berat molekul 428,53 g/mol. Bioavailabilitas irbesartan adalah sebesar 60% hingga 80%.
Irbesartan
Waktu paruh irbesartan adalah 11-15 jam, dan kemudian diekskresikan 20% melalui ginjal dan sisanya melalui feses. Selain sebagai antihipertensi, irbesartan juga mampu menghambat progresivitas nefropati diabetik, mikroalbuminuria, atau proteinuria pada penderita diabetes melitus.

Irbesartan digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan kelas lain agen antihipertensi dalam pengelolaan hipertensi. Angiotensin II antagonis reseptor, irbesartan ini dianggap salah satu dari beberapa obat antihipertensi yang lebih disukai untuk manajemen awal hipertensi pada pasien dengan gagal ginjal kronis, diabetes mellitus, dan/atau gagal jantung.

Meskipun antagonis reseptor angiotensin II dapat digunakan sebagai obat lini kedua untuk pengelolaan awal hipertensi tanpa komplikasi, diuretik thiazide dianggap sebagai monoterapi awal yang lebih disukai untuk kondisi tersebut oleh Komite Nasional Bersama (JNC 7) pada Pencegahan, Deteksi, Evaluasi, dan Pengobatan Hipertensi.

Kemanjuran irbesartan untuk pengelolaan hipertensi telah ditetapkan oleh studi terkontrol dari durasi 8-12 minggu pada pasien dengan tingkat keparahan hipertensi ringan sampai sedang. Studi klinis telah menunjukkan bahwa efek hipotensif dari dosis biasa irbesartan pada pasien dengan hipertensi ringan sampai moderat adalah lebih besar daripada placebo, dan sebanding dengan yang dosis biasa losartan, enalapril, atau atenolol.

Mekanisme Irbesartan:
Reseptor AT­1 merupakan reseptor yang tergandeng protein Gq yang mengaktivasi sistem fosfolipase. Pada reseptor terdapat dua daerah dimana angiotensin II dan antagonisnya dapat berikatan. Antagonis reseptor ini dapat berinteraks dengan asam amino pada domain transmembran, yang dapat mencegah angiotensin II untuk berikatan dengan reseptornya.

Antagonisme terhadap angiotensin II ini menyebabkan signal transduksi berhenti dan meniadakan efek-efek angiotensin seperti vasokonstriksi, sekresi aldosteron, retensi Na, dll. Protein Gq yang teraktivasi akan menstimulasi PLC dan membuka kanal Ca. PLC membelah phospoinositide (PIP2) menjadi inositol triphosphate (IP3) dan diacylglycerol (DAG). IP3 akan memicu pelepasan Ca dari retikulum endoplasmik (pada sel saraf). DAG dan Ca akan mengaktivasi enzim, termasuk PKC dan calcium-calmodulin protein kinases. Berbagai protein selanjutnya akan difosforilasi oleh protein kinase dan memicu berbagai fungsi sel yang terkait.

Farmakologi:
Irbesartan merupakan antagonis reseptor AT1 yang kompetitif dan selektif, yang memiliki afinitas lebih besar (> 8500 kali ) terhadap reseptor AT1 dibandingkan dengan reseptor AT2.

Irbesartan diperkirakan bekerja dengan menghambat semua aksi angiotensi-II yang diperantarai melalui reseptor AT1, tanpa memperhatikan sumber dan mekanisme pembentukan angiotensi-II. Antagonisme selektif terhadap reseptor angiotensi-II (AT1) ini menghasilkan peningkatan renin plasma dan angiotensi-II serta penurunan konsentrasi aldosteron plasma. Kadar potasium serum tidak dipengaruhi oleh Irbesartan secara bermakna pada dosis yang direkomendasikan.

Irbesartan tidak menghambat ACE (Khinase-II), enzim yang berperan dalam pembentukan angiotensi-II dan juga mengubah bradikinin menjadi metabolit tidak aktif. Aktifitas Irbesartan tidak memerlukan aktifitas metabolik.

Farmakokinetik:
Setelah pemberian oral, irbesartan akan diabsorpsi dengan baik, dengan bioavailabilitas absolut sekitar 60-80%. Makanan tidak mempengaruhi bioavailabilitas irbesartan. Ikatan dengan protein plasma sekitar 96% dengan volume distribusi 53-93 liter.

Irbesartan dimetabolisme di hati melalui proses konjugasi glukuronik dan oksidasi. Konsentrasi puncak dalam plasma dicapai dalam waktu 1,5-2 jam, dengan bersihan plasma total 157-176 ml/menit dan bersihan ginjal 3-3,5 ml/menit.

Waktu paruh irbesartan sekitar 11-15 jam, dan kadar mantap dalam plasma dicapai dalam 3 hari setelah pemberian. Irbesartan dan metabolitnya akan diekskresikan melalui kandung empedu dan ginjal.

Pustaka:
Pharmacoterapy Dipiro 6th Edition.
ISO Farmakoterapi 2008.
loading...

Subscribe to receive free email updates: